Februari 28, 2018 Aku Terpaksa Membunuh

Aku Terpaksa Membunuh

Aku Terpaksa Membunuh

Judul : Aku Terpaksa Membunuh

Penulis : M. Sanusi

Penerbit : Flash Books

Tempat Terbit : Banguntapan Jogjakarta

Tahun Terbit : 2010

Cetakan : Pertama, Desember 2010

Ukuran : –

Jumlah Halaman : 1-194

ISBN : 978-602-955-923-1

Sinopsis :

Buku dengan judul “Aku Terpaksa Membunuh” menceritakan kisah-kisah getir para Veteran yang mengutuk perang. Para prajurit untuk menjalankan tugas harus melawan hati nurani.  Salah satu kenyataan hidup yang harus mereka jalani. Salah satunya Drew Cameron yang menyatakan bahwa, sudah banyak tentara yang mengalami gangguan jiwa sehabis dikirim kedaerah konflik seperti Irak, terlebih konflik tersebut dibuat-buat dan tidak sesuai dengan spirit perjuangan para tentara. Melalui combat papernya, Drew Cameron ingin berbagi dan membantu setiap prajurit yang pernah mempunyai pengalaman perang dan kini pensiu tanpa pekerjaan, untuk bergabung. Bukan sekedar mengisi waktu luang saja, tetapi benar-benar menggunakan sarana itu sebagai media kampanye untuk perdamaian.

Supriyadi, pahlawan perang yang menyisakan seribu misteri. Mungkin tidak ada prajurit yang lebih misterius dari Supriyadi, pemimpin tentara PETA bentukan Jepang yang kemudian memberontak dan membelok terhadap Jepang. Supriyadi mulai sadar bahwa bangsanya telah diperlakukan tidak semestinya oleh Jepang. Kenyataan itu makin menyakitkan ketika dia sadar bahwa dirinya merupakan anggota tentara bentukan Jepang yang bertugas mengabdikan diri pada kepentingan Jepang, kepentingan bangsa penjajah. Keberadaan Supriyadi setelah pemberontakan tidak diketahui hingga kini. Ada yang menyebut tertangkap dan dieksekusi mati secara rahasia, ada yang bilang tertembak dan kemudian dibuang, ada jugayng menyebutkan kalau dia ditangkap dalam masa pelarian. Ada pula yang yang bilang Supriadi masih hidup dan kemudian berganti nama serta hidup hingga kini. Yang jelas, Supriyadi tidak ditahan dan dieksekusi bersama anggota yang lain. Sesuatu yang diingat publik ketika menyimak sejarah Supriyadi adalah sifat penentangnya yang amat berkesan.

Kimberly Rivera, pengembaraan seorang prajurit wanita. Seorang perempuan denga tiga anak ang masih kecil-kecil, harus kabur dari negeri yang dia cintai dan bela sepenuh jiwa raga sebagai seorang prajurit. Bukan keinginannya untuk meninggalkan kampung halamanya, namun keadaan yang memaksanya berbuat demikian. Bukan pula mereka merasa takut akan ancaman dari profesi yang dia jalani tapi lebih kepada kejujuran bersikap dalam menentang peperangan yang menyalahi moral kemanusiaan. Kimberly bener-benar menunaikan kewajibannya dengan menolak kembali ke Irak karena peperangan tersebut dianggap tidak adil. Dia melaksanakan kewajibannya tersebut dengan suatu cara, yakni mengembara dan meningglkan negaranya. Namun, menjadi seorang serdadu yang baik, memiliki belas kasihan dan nurani adalah sebuah kewajiban.

Perang adalah alternatif terburuk dari yang paling buruk. Setiap penentangan terhadap peperangan bisa dibetulkan, kapan pun dan dimana pun. Terlebih, apabila peperangan itu berlatar belakang kepentingan polotik dan ekonomi belaka. Perang selalu menyisakan kehancuran, luka, dan derita berkepanjangan. Maka, stop peraang !.

Kelebihan                   :

Tampilan sampul cukup menarik sesuai dengan judul buku. Tulisan tidak membuat mata cepat lelah. Memuat kisah nyata yang dapat dijadikan inspirasi kehidupan. Setiap pemahasan dituliskan pokok penting dalam setiap cerita para veteran.

Kekurangan              :

Tidak dicantumkan ukuran buku ini. Ada kata-kata yang kurang dipahami, terutama bagi pembaca awam, dan tidak diberikan keterangan makna dalam buku tersebut.

 

Di tulis oleh :
Herana Nasir

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0

Your Cart