Jalan Cinta Buya

ISBN : 9786027926325
Penulis : Haidar Musyafa
Penerbit : Iiman Real
Tahun Terbit : 2017
Supplier : Mizan Distribusi Supplier Dikirim dari Kota Jakarta Selatan – DKI Jakarta
Kategori  : Biografi
Cover : Soft Cover
Jumlah Halaman : 532
Bahasa : Bahasa Indonesia
Berat Produk : 800 gr

Rp100,000.00

4 in stock

Add to Wishlist
Add to Wishlist
StumbleUponEmail
SKU: rp02 Categories: ,

Penulis: Buya Hamka
Halaman: 525
~
Di masa Demokrasi Terpimpin, Buya Hamka adalah sosok yang kadang berbeda pendapat dengan Presiden Sukarno, dan juga berseberangan dengan Kaum Komunis. Melalui Majalah Lentera, karya-karyanya diserang habis. Berbulan-bulan lamanya ia hadapi hantaman orang-orang yang tak sepaham dengannya. Dua tahun empat bulan lamanya, Buya Hamka hidup dalam penjara rezim Sukarno. Meski begitu, ia tak marah. Buya tidak hanya dekat dengan mereka yang sepaham-sepemikiran, tapi juga tidak menghindari orang yang tidak ia sukai. Ia berprinsip bahwa dengan mengenal sesama yang berbeda, akan menemukan sudut pandang baru. Meski ilmunya sangat tinggi, ia tak pernah merasa besar diri. Sikap hidupnya yang lurus terbukti saat ia menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia jalankan amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Meski mendapat banyak tekanan, ia tetap teguh bersikap dan memegang prinsip. Baginya, kehebatan ulama diukur sejauh mana ia mampu melembutkan kerasnya hati para pembenci, dan sejauh mana kemampuannya menenangkan jiwa-jiwa yang gundahgulana.

Hamka adalah sosok ulama paripurna, moderat, teduh yang tidak mudah membuat gaduh, apalagi memancing di air keruh. Tuturan dan pesan dakwahnya selalu menyejukkan bukan memojokkan, mengundang simpati, jauh dari kata umpat dan hujat. Figur ulama pembina bukan penghina, pendidik bukan pembidik, pengukuh bukan peruntuh. Ketika mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat dan memihak umat Islam, Buya lebih memilih jalur pena dalam rangka menyampaikan aspirasi dan pesannya daripada menggalang aksi massa. Pendiriannya teguh, prinsipnya kuat, namun lentur dan menaruh hormat kepada liyan yang berbeda. Sosok ulama besar yang bersahaja, tak terbeli, independen, dan tak gemar mengobral fatwa. Beragam laku luhur inilah yang membuat ulama keturunan Minangkabau ini disegani semua orang, semua golongan.

Jalan Cinta Buya adalah novel kedua dari dwilogi Hamka.
~
Minat gaez? ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
#buyahamka #buyahamkaquotes#pinisiboooks #tokobukuonline#tokobukuindie #unm

Weight 800 g

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Jalan Cinta Buya”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *